Metode Tafsir Maudlu’iy/Tematik Mengenal Bentuk dan Cara Kerjanya

Authors

  • Husnul Amin STAI Raudhatul Ulum

Keywords:

Metode, Tafsir, Maudlu’i

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Konsep Studi Tafsir Maudlu’iy. Metode dalam penelitian ini lebih menekankan pada jenis penelitian kepustakaan (library research) diperoleh dari Al-Qur’an, buku yang berhubungan dengan ayat-ayat al-qur’an sejarah awal penafsiran, metode, keistimewaan & perbedaan dengan metode lainnya. Teknik pengambilan data melalui sumber Al-Qur’an, buku, jurnal, artikel maupun majalah dan internet yang berhubungan dengan ayat-ayat al-qur’an sejarah awal penafsiran, metode, keistimewaan & perbedaan dengan metode lainnya. Analisis data menggunakan teknik analisis yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan (verivication). Hasil dari penelitian menunjukan bahwa terdapat berbagai upaya dimulai dari perkembangan tafsir Maudlu’iy sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW dalam bentuknya  yang sangat sederhana. Rasulullah sudah memulai sendiri untuk menafsirkan ayat al-Qur’an dengan ayat lain yang masih memiliki keterkaitan tema. Selanjutnya berkembang metode Maudlu’iy diantaranya membahas satu surat secara menyeluruh dan utuh dengan menjelaskan maksud surat baik yang umum dan yang khusus, dan menjelaskan korelasi antara berbagai masalah yang terkandung di dalamnya sehingga satu surat tersebut nampak membicarakan satu masalah yang utuh & menghimpun seluruh ayat al-qur’an yang membicarakan satu tema yang sama dan kemudian diberikan penafsiran. Berikutnya mengenali cara kerja & kesitimewaan tafsir Maudlu’iy diantaranya hasil tafsir maudlu’iy cenderung lebih mudah dipahami, kebenaran yang relative lebih bisa dipertanggungjawabkan dan memungkinkan mufasir untuk mengetahui suatu masalah dari berbagai aspeknya.

Downloads

Published

2025-06-07

How to Cite

Husnul Amin. (2025). Metode Tafsir Maudlu’iy/Tematik Mengenal Bentuk dan Cara Kerjanya . Ar Ruh: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 1(1), 15–28. Retrieved from https://publikasi.stairu.ac.id/ArRuh/article/view/17