Munasabah Dalam Al-Quran
Kata Kunci:
Al-Qur'an, Munasabah, PendidikanAbstrak
Al-Qur’an sebagai sumber ajaran utama dan pertama ummat Islam tidaklah disusun berdasarkan sub-sub pokok bahasan. Isinya meliputi berbagai aspek kehidupan, baik duniawi maupun ukhrawi, yang tersusun berdasarkan juz’, surat dan ayat. Dalam satu pokok bahasan, bisa jadi dijelaskan pada satu surat dengan ayat yang tidak berurutan, atau bahkan dengan surat yang berbeda tetapi memiliki ayat yang saling berkaitan. Menurut bahasa Munasabah berarti المشاكلة dan المقاربة masing-masing berarti keserasian dan kedekatan. Selain itu dapat diartikan juga cocok, patut, sesuai, atau mendekati. Dikatakan A munasabah dengan B, berarti A mendekati atau menyerupai B. Perbedaan mengenai boleh tidaknya menggunakan munasabah dalam menafsirkan al-Qur’an sejatinya berangkat dari perbedaan apakah susunan ayat atau surat al-Qur’an itu taufiqi atau ijtihadi, akan tetapi sebagian besar ulama, baik klasik maupun kontemporer seperti As-Suyuti, Manna Khalil Khattan, dan Fazlur Rahman sepakat tentang penggunaan munasabah dalam menafsirkan al-Qur’an. Munasabah sebagai suatu ilmu atau pengetahuan sangat terkait dengan pendidikan baik secara langsung dan tidak langsung. Oleh sebab itu mempelajari munasabah juga merupakan bagian dari proses pendidikan.