Tafsir Isyari dalam Tradisi Syadziliyah: Analisis Al-Faqdu dan Al-Wajd
Keywords:
Tafsir Isyari, Syadiliyah, al-Faqdu, al-WajdAbstract
Pada kehidupan sehari-hari, seseorang sering kali menghadapi situasi kehilangan (al-Faqdu) atau pengalaman mendalam atas kenangan tertentu (al-Wajd), kedua hal tersebut memiliki dampak signifikan terhadap kondisi psikologisnya Al-faqd bisa dirasakan saat seseorang kehilangan pekerjaan, teman atau anggota keluarga. Sedangkan al-wajd dirasakan saat seseorang mengingat masa lalu yang indah, seperti kenangan saat bersama orang yang sudah meninggal atau saat merasa kehilangan yang mendalam dari sebuah hubungan. Dalam tarekat, memahami makna kehidupan memerlukan penafsiran. Kaum sufi biasanya menggunakan tafsir isyari untuk mengungkap dimensi batin ajaran agama, menggali makna tersembunyi melalui perenungan dan pengalaman spiritual. Metode yang digunakan adalah kualitatif dan bersifat bersifat library research dengan menggunakan pendekatan studi literatur dan analisis konten. Hasil yang didapatkan adalah dalam perspektif Imam al-Syadzili, dua konsep penting dalam perjalanan spiritual adalah al-faqd dan al-wajd. Al-faqd menggambarkan kondisi kesadaran penuh akan kefakiran ruhani, yaitu ketergantungan mutlak seorang hamba kepada Allah, yang bertujuan menumbuhkan tawakkal, keikhlasan, dan kerendahan hati. Sementara itu, al-wajd adalah ekstase spiritual yang muncul dari dzikir, mujahadah dan muraqabah yang menghasilkan kebahagiaan mendalam serta cinta dan kerinduan luar biasa kepada Allah.